Mahasiswa Teknik Sipil UCY Selenggarakan Seminar New Yogyakarta International Airport (NYIA)

By: Admin | Posted on: 26 Jan 2014

Teknik Sipil UCY menyelenggarakan seminar New Yogyakarta International Airport (NYIA) pada hari Sabtu, 30 Maret 2019

Dalam rangka menambah wawasan keilmuan yang saat ini sedang berkembang, mahasiswa Teknik Sipil UCY menyelenggarakan seminar New Yogyakarta International Airport (NYIA) pada hari Sabtu, 30 Maret 2019 di Auditorium Kampus UCY. Dikatakan oleh Ketua Panitia, acara ini diharapkan dapat memberikan sumbangan positif bagi mahasiswa khususnya.  Disampaikan oleh Dekan FT, Ibu Ir. Erlina, MT, acara seperti ini perlu dilakukan menerus agar ada link and match , oleh karena itu perlu juga dilakukan kunjungan lapangan pada waktu yang telah ditentukan.


 

Diuraikan oleh Ir. Danny Setiawan, MSc. Sebagai pembicara dari PT. Angkasa Pura, proyek pembangunan NYIA sejak awal perencanaan telah memperhitungan beberapa aspek untuk menghasilkan proyek berstandard internasional. Keterbatasan Bandara Adi Sutjipto mulai dari runway, kapasitas penumpang, dan kapasitas pesawat  mengharuskan percepatan dalam penyelesaian pembangunan NYIA. Proses pengadaan lahan tercepat dan terbesar dengan ganti ”untung” seluas 582,08 ha di Kulon Progo telah selesai sebelum pembangunan dimulai. Bandara telah didesain terhadap dampak tsunami dengan ketinggian 15 m, dan pengaruh  gempa tektonik yang sering terjadi di daerah selatan termasuk dilokasi NYIA. Dengan adanya NYIA tentu akan berdampak positif pada perkonomian dan wisatawan. Perlu diketahui, bersamaan dengan pembangunan NYIA telah disiapkan beberapa jalur strategis seperti jalan bebas hambatan menuju Borobudur, sehingga turis manca akan makin meningkat.

 

Pembicara 2, Ir. Mitrabeni, dari PT. Cakarbumi, membahas konstruksi cakar ayam, konstruksi lentur tapi rigit. Disampaikan sejarah singkat penemuan Pondasi Cakar Ayam sejak 1961 yang saat itu sebagai pondasi tower transmisi tegangan tinggi di atas tanah lunak rawa-rawa yang kemudian 1989 diaplikasikan di jalan tol Sitiawan & Melaka, Malaysia. Konsep dasarnya pelat tebal merupakan pelat tipis ditambah pipa dengan beban maks 10 ton, dimana cakar ayam berfungsi sebagai angkur, 1979 diaplikasikan pada Apron Juanda, dan1984 di Soekarna Hatta.

Pengembangan Cakar ayam modifikasi  oleh Prof. Dr. Ir. Bambang Suhendro, M.Sc dkk,, sejak 1989 dengan cara pada bagian tepi pelat diberi koperan beton dan permukaan plat diberi lapisan aspal tipis 5 cm . Sistem CAM ini dapat digunakan langsung diatas tanah lunak untuk merintis jalan baru. Dengan koperan beton ditepi pelat dapat menambah kekakuan sehingga mencegah berongganya interface antara slab dan tanah. Penambahan aspal dapat melindungi plat dari panas radiasi matahari sekaligus pengaruh buruk dari hujan yang mengandung asam yang dapat merusak beton.