Sosialisme Tjokroaminoto dalam Perspektif Maqashid ad-Diiniyyah

By: Admin | Posted on: 26 Jan 2014

Perkembangan pemikiran Islam di Nusantara

Perkembangan pemikiran Islam di Nusantara sudah muncul sejak era perjuangan kemerdekaan di Hindia Belanda (baca: Indonesia), di antara banyaknya tokoh pemikir Islam di Nusantara pada era perjuangan yang kemudian memotivasi para pejuang untuk memperebutkan kemerdekaan di Negeri sendiri tersebut seperti H.O.S Tjokroaminoto, K.H Ahmad Dahlan, K. H Hasyim Asy’ari dan lainnya. Namun dalam artikel ini coba mengkaji sebatas pada tokoh H.O.S Tjokroaminoto dan istinbat-nya, khususnya pemikiran tentang sosialisme Tjokro yang sebenarnya merupakan corak sosialisme dengan watak Islami.

Di samping itu, Tjokro pun memperkenalkan tiga kata mutiara sebagai upaya mendorong Muslim menjadi pribadi yang sempurna, yakni: setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, dan sepintar-pintar siasat.

Dalam Artikel yang telah diterbitkan oleh Kopertais Wilayah III D.I.Yogyakarta pada Jurnal Mukaddimah; Jurnal Studi Islam, Vol. 22, No. 1 Tahun 2016—mencoba mengangkat pemikiran tokoh bangsa yang dikenal juga sebagai “guru bangsa”, jauh di era Indonesia sebelum merdeka (H.O.S Tjokroaminoto) melalui pemikiran yang monumental pada tahun 1924 tentang hubungan antara sosialisme dan Islam, di mana Islam tidak hanya dipahami sebagai agama yang tidak mempunyai hubungan dengan aspek lainnya.