Aliansi mahasiswa Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung Rektorat pada, Rabu (21/02/24).

Hal ini dilakukan karena sudah beberapa kali mahasiswa UCY melakukan demonstrasi mengenai kepastian legalitas dari saudara Hery Kristiyanto yang mengaku sebagai Rektor UCY tidak mendapat kejelasan dan jawaban yang konkret. 

Sebelumnya juga telah dilakukan demonstrasi perihal kasus yang sama di depan Gedung Rektorat pada, Selasa (13/02/24). Sayangnya aksi ini juga tidak menemukan titik temu dan tidak bisa menjawab keresahan mahasiswa. Berdasarkan kesaksian salah satu mahasiswa yang melakukan demonstrasi, jawaban yang diberikan dari saudara Hery Kristiyanto dirasa hanya bentuk alibi dan sangat tidak relevan. 

Perihal landasan hukum dalam bentuk pengesahan pengurus yayasan yang mengangkat saudara Hery Kristiyanto terdapat kecacatan hukum, hal ini jelas ditemukan berdasar audiensi mahasiswa UCY yang mendatangi Kantor Kementerian Hukum & HAM DIY pada, Rabu (19/02/24). Didapatkan Profil Yayasan Perguruan Tinggi Islam Cokroaminoto Yogyakarta (YPTICY).

Audiensi Mahasiswa UCY di Kemenkumham DIY

Audiensi Mahasiswa UCY di Kemenkumham DIY

Pada profil tersebut tidak ditemukan akta dengan nomor 106 yang diketuai oleh Saudara Subakri, sebagaimana klaim yang disampaikan saudara Hery bahwa pengangkatannya dilakukan oleh Ketua Umum Yayasan Bapak Subakri. 

Diprofil tersebut telah jelas ditemukan bahwa kepemimpinan Yayasan saat ini diketuai oleh Saudara Farid Iskandar berdasar akta nomor 564 tertanggal sejak 18 Oktober 2023.

Pada Senin, (23/10/23) Saudara Farid Iskandar beserta Pembina, Pengurus, Pengawas YPTICY sendiri telah mengangkat Saudara Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dr. Slamet Sarwo Edy, S.H., M.Hum. sebagai Plt. Rektor UCY agar tidak terjadi kekosongan jabatan. 

Hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan mengenai legalitas dari Saudara Hery Kristiyanto yang masih menjalankan aktivitasnya di UCY sebagai Rektor, mengingat juga bahwa pada, Senin (30/10/23) Yayasan telah membuat surat Keputusan Pengurus nomor 2 Tahun 2023 tentang SK Pembatalan pengangkatan Hery Kristiyanto sebagai Rektor, Ahmad Nasir sebagai Wakil Rektor I, Paryanto sebagai Wakil Rektor II, dan Rinaldi sebagai Wakil Rektor III karena diangkat oleh Pengurus Yayasan yang tidak memiliki legitimasi secara hukum dari Menteri Hukum dan HAM RI.

Tentunya keberadaan pimpinan yang tidak jelas legalitasnya menimbulkan kekhawatiran bagi mahasiswa karena menyangkut masa depan mereka salah satunya perihal penandatanganan ijazah yang terancam ilegal. 

Apa yang dilakukan mahasiswa UCY inilah bentuk kekecewaan mereka pada Saudara Hery Kristiyanto dan lainnya yang terlalu memaksakan untuk mempertahankan kekuasaan mereka dengan tetap “berkantor” di Gedung Rektorat dan melakukan aktivitas selayaknya pimpinan UCY. 

Jika permasalahan ini tidak terselesaikan dengan segera mengenai ketetapan hukumnya, maka ijazah 5000 mahasiswa UCY akan terancam ilegal dalam 5 tahun kedepan. 

Krisis yang sedang terjadi di UCY ini merupakan permasalahan yang tidak bisa diabaikan, maka dari sini tidak hanya mahasiswa namun juga Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan UCY diharapkan untuk bisa kritis dan mendorong semua pihak untuk bisa kembali pada pengelolaan UCY berdasarkan hukum yang jelas. 

Pemaksaan kekuasaan dan jabatan yang terjadi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab ini bukanlah cerminan dari pendidikan yang menjadi visi misi UCY.